Jumat, 29 Oktober 2010

seribu duka untuk palestina

seribu duka untuk palestina
dari darah yang memijar
dari desingan peluru tanpa sesal

seribu tawa anak memudar
kasih ibu jadi tak wajar
melihat suaminya dihajar
oleh...
seribu mortir tanpa gusar

lirik mungkin cuma sampah
tak seperti teriakan bung tomo
yang katanya membakar
semoga dengan ini kita sadar

kita kaya
tuhan beri apa yang kita minta
kita cerdas
tetapi dibodohi dari dasar
kita kuat
tetapi pemimpin kita lemah
untuk lebih dari sekedar berujar
kita iba
tapi ditutupi kemunafikan

seribu duka untuk palestna
seribu tanda tanya untuk yang kini kita lakukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar