Jumat, 29 Oktober 2010

galau

Gema. Dan kabut yang bercampur dalamnya;
suara hening gelak tawa dalam labirin
hutan dan drama berpacu
semua genting tersisa keringat dan kecemasan

Api memerah di bukit
datang si kancil
aduh! tersungkur

teriakku memecah, Tuhan! Aku ingin menyepi tak perduli meski Kau mati;

jalan berkelok-kelok tambah batu
tambah segenang sungai ada kabut.
mungkin kau masih bisa bersembunyi disana: tapi tidak!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar