udara dan kabut selimuti dirinya
dan menghilang dalam sepi
kau adalah bencana
dan kau tidak peduli
mendengar pun tidak
berhenti...
jangan kau bernafas
tak perlu kau seka airmu
kau adalah bencana
sadarkan kami...
sadarpun kau tidak peduli
berhenti pun tidak
sampai semua selesai
punah kami tujuh turunan
karena kau adalah bencana
bencana alam...
kau adalah air menggenang
kau adalah gempa mengguncang
kau adalah api yang menjilat
kinipun kau tidak peduli
mendengarpun tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar