Kami muda belia
Mungkin memilih mati muda
Enggan dimanja
Dilayani layaknya raja
Kami mungkin mati belia
Dengan semangat baja
Jangan kau tanya kenapa?
Ditangisi tanpa air mata
Dari satu titik di secarik kertas
Kami tinggikan layaknya bintang
Ialah penentu nasib perut kami
Besok? Lusa? Mungkin menahun...
Apalah artinya peluh ayah kami
Apalah artinya serak ibu kami
Bagi kami rasa iba
Menuntut kami ke jalan
Menuntut kami beriak
Kami tak takut lagi mati
Satu-dua nyawa itu biasa di lapangan
Jangan salahkan kami berlaku liar
Jika melihat perilaku mereka binal
Di balik layar...
Di balik layar...
Ya! Meski dibalik layar...
Karena kami bukan anak raja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar