Minggu, 17 Januari 2010

Kintamani-Denpasar

kuyup...
yang tersisa basah dan menggigil
kau bilang air
aku bilang batu

menghunus nadi...

jalan masih panjang
tetapi keluhku sudah lebih

takut mati?
tidak...

aku lebih baik disini...
bukan sepertimu
di atas ranjang...

kau tahu?
air dan angin jadi musuhku
yang ceria karena kawanku jadi berkubang
haha...

seperti babi gemuk
seperti anjing-anjing yang kau rawat...
muntahkan saja kalau berani

kintamani...
tinggi menjulang dicampur debu dicampur kabut
denpasar...
kami rindu laut

anggap saja ini makian
terakhir di tahun ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar