kuyup...
yang tersisa basah dan menggigil
kau bilang air
aku bilang batu
menghunus nadi...
jalan masih panjang
tetapi keluhku sudah lebih
takut mati?
tidak...
aku lebih baik disini...
bukan sepertimu
di atas ranjang...
kau tahu?
air dan angin jadi musuhku
yang ceria karena kawanku jadi berkubang
haha...
seperti babi gemuk
seperti anjing-anjing yang kau rawat...
muntahkan saja kalau berani
kintamani...
tinggi menjulang dicampur debu dicampur kabut
denpasar...
kami rindu laut
anggap saja ini makian
terakhir di tahun ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar