Minggu, 17 Januari 2010

Penari-penari tuli di Bali

Aku ingin hidup dalam kemusykilan
Terjauh dari arogansi
Bebas terjatuh
Lalu melompat bila kumau

Layaknya lenggak-lenggok penari
Yang meski kalian maki
Tiada rasa perduli
Mungkin tuli...

Sekali saja aku bisa hirup aroma ini
Aroma candu budaya bumi pertiwi

Dalam alunan musik sederhana
Di atas surga pentas dunia
Berpanggungkan batu

Sekali lagi aku ingin hidup
Dalam kemusykilan
Bukan terpenjara...
Dibodohi adat turun temurun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar