Lagi tangan kiriku bergetar...
Menampar untuk sadar...
Sementara yang kanan menulis
Karangan untuk para iblis
Yang tersisa asap-asap menggelepar
Puntung-puntung terkapar
Bersama-sama impian yang tak lagi tergambar
Sore ini tidak lagi arogan...
Seperti biasanya
Yang ada hanya kelembutan sinar terpancar
Ajak aku untuk menohok...
Teriakku! "dunia ini terlalu luas, bung! Sayang kalau kau mati disini!"
Masih ada yang lebih sempit dari pikiranmu
Jauh lebih luas dari dadamu
Lebih hijau dari daun dan matamu
Lebih gelap dari hati
Milik kita...
"hahh! Hati milik kalian???" tanya dinding yang ragu
Tambah saja bergetar...
Tangan ini...
Yang kita punya tapi terpasung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar