aku hidup dengan cerberus
dengan tiga mulutnya
yang ingin kumaki biar diam
dan ingin kutikam
agar tidak ada nafas yang jadi dendam
aku hidup dengan cerberus
penjaga dan teman di neraka
datang menjemput...
untuk siapa?
hitam legam dan liur yang menyeruak
matanya...
matanya bagai api menyala di jantung para pezina
sepanas nafas pemabuk di jalanan
segelap aku...
aku berkawan dengan cerberus
dalam kelam
yang menarikku di nadi
memutuskan aorta aliri otak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar