tepian asa
kegembiraan...
diatara petikan dawai dan alunan harmonika
di pantai dalam realita setengah imajinasi
tercakar pasir-pasir
dimaki-maki gelombang
untuk berhenti
lunglai tubuh dengan topi miring
berjalan susuri garis-garis pantai
terucap komat-kamit dalam mulut penuh alkohol
dimana kita tanpa akal?
hanyutkah?
berlarut-larut dalam kekecewaan
surga di kakipun tak terasa
lalu angin datang menampar untuk sadar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar