Minggu, 17 Januari 2010

Pantai Kuta

tepian asa
kegembiraan...
diatara petikan dawai dan alunan harmonika
di pantai dalam realita setengah imajinasi

tercakar pasir-pasir
dimaki-maki gelombang
untuk berhenti

lunglai tubuh dengan topi miring
berjalan susuri garis-garis pantai
terucap komat-kamit dalam mulut penuh alkohol

dimana kita tanpa akal?

hanyutkah?

berlarut-larut dalam kekecewaan
surga di kakipun tak terasa
lalu angin datang menampar untuk sadar..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar