Jumat, 11 November 2011

Mimpi

Mimpi...
Yang di dalamnya kami terlindas
Dalam kebesaran-Nya kami berputus asa


Mimpi...
Yang kami tidak sadar
Mana yang nyata, yang fana


Mimpi?
Mimpi-mimpi mana lagi? Yang tersisa...

October 07, 2011

hijau

ayo kita serbu
dia yang memudar
dengan citra bersinar
benamkan sekali lagi pada akar

ayo kita bunuh
pucuk2 revolusi sunyi
pencuri kami

bung! ayo bung!
merah kuning biru harus pergi

September 16, 2011

Di kubur nanti

Takutkah kita pada gelap
Dalam sepi merajalela
Dalam kubur sempit


Hitam pekat
Kuat dan mutlak
Disana dalam sesak


Darah dulu masih ada
Untuk dibagikan
Atau sekedar bunuh diri


Kami mati
Sudah mati


Tak ada arti
Tak punya


Kami butuh hidup
Untuk sekedar perbaiki
Senyum tak perlu lagi
Tak lagi kami jadi atheis


Sepi ini belum menjadi
Tunggu saja
Ketika bosan sendiri
Kami mati
Kami menggila


Mana?
Dimana kami?
Sudah lenyap barangkali

October 02, 2011

(ini baru) GALAU

tak tahu darah mana yang mengental
pujanggakah?
pengkhianatkah?

tak tahu jiwa mana yang memudar
putihkah?
hitamkah?

ada dimana kita, dalam persaudaraan semu
persahabatan palsu
taring perdamaian

Tuhan yang mana?
yang selama ini kita cari
dalam pembelaan ego

tak tahu sampai mana lidah berkelit
membela diri

tak tahu tobat mana kami berlabuh
lagi dan lagi

tak tahu jalan mana lagi
ini takdir yang saya tentukan sendiri

salah-benar
benar-salah

....

...

.,.,.,.,

!!!!!!!

September 15, 2011

Pilihan

Apakah saya akan pergi ke surga?
Dengan siapa?

Saya tak mau ke neraka
Tak ingin juga kesepian di surga

Ke neraka bersama
Ke surga sendiri
Adalah 2 pilihan termudah

Saya ingin ke surga
Bersama dia
Dia yang tadinya ku ajak
Ke neraka bersama

 August 24, 2011

lorong gelap

hidup ini berputar
ini roda
ini roda
dan saya cuma penakut

Menerobos malam?
dalam adrenalin yang bekerja
ketakutan yang sangat
dan rindu pada ibu

aku pulang
aku pulang ibu
aku tak lebih takut ada lorong-lorong malam

August 17, 2011

pertanyaan? (cahaya, cermin, bunyi, hitam)

CAHAYA
dimana terakhir kulihat?
aku tak berupa tapi ada
ada dalam cermin

CERMIN
berapa kali kupecahkan?
dalam sunyi
dunia tanpa bunyi

BUNYI
kebisingan apalagi terakhir kudengar?
suara tawa dan candamu
sekarang yang ada lorong hitam

HITAM
ada yang lebih pekat?
dari legamnya hari-hari kedepan

 July 31, 2011

AYAH

ayah!
aku ingin besar
menjamah dunia
menghajar dia
dia
dan dia

ayah!
jangan menangis
peluhmu berarti
banyak arti
jangan hirau
aku akan berdiri

ayah!
aku ingin besar
berkuasa
karena aku sudah muak
dengan penguasa

ayah!
aku benci politik
tapi aku akan berpolitik
agar anakku tak benci
dan dicintai satu negeri

dari Maroko sampai Port Moresby

ayah...
aku akan berdiri
sebagai idealis
meski diusir negeri sendiri

terima kasih ayah

July 27, 2011

Aku tapi Bukan Aku si jalang

Biar sepi ini yang mendekam
Merajut tawa dalam kesendirian
Aku
Akulah bencimu

Intrik berlalu
Ada
Pergi
Intrik berlalu lagi

Satu tak cukup
Keringat ini memang tak cuma satu
Aku
Aku lelah

Garis
Lurus
Hilang dalam berkas darah semalam
Acak tak berpola
Kau
Kau mati tak sengaja

Aku
Akulah bencimu

Aku
Akulah pendendam

July 17, 2011

Malam

Malam!!!
aku mau liar!

Kubuang tawa
kubuang sesal
jadi saja
jadilah aku terjahat

Liar!
aku mau tikam
malam penat penuh dengki

Biar darah...
bersimbah

Biar mati
kesal
HAHAHAHA

May 21, 2011

Buta

dunia dalam bentuk dan warna
semua sirna segala lenyap
terima kasih Tuhan
saya buta

May 21, 2011

yang tua dan yang gila

Yang satu tua
Yang dua gila
Lengkap derita untuk cerita
Tanpa tawa, kasih ibu tetap sepanjang masa

Mana yang lebih gila?
Yang satu? Atau yang dua?

Yang dua gila nyata
Tak punya rasa
Tapi tampak biasa

Yang satu tak gila
Tapi tampak iba
Urusi dua yang gila

Kasih ibu sepanjang masa
Masa muda masa tua
Hingga masa tiada bermasa

Yang tua takut tiada
Karena yang gila takut nelangsa

Yang tua adalah ibu
Yang dua, dua anak gila

May 5, 2011

kamar hijau 4 persegi

Kamar hijau
2 x 2 semayam disana
penuh buku mungkin rumus tertera juga
kamar hijau mungkin kusam

tidak rapuh alasku beton
dinding beton
satu pintu tak berjendela

tak beranjang anehnya berasmara
penuh dosa
kadang luka

aku misterius?
jangan salah
biasa saja
seperti mereka

kamar hijau
cecarku berdiam
mengusapimu tidur
terlelap sebelum kau terjaga
kemayu malam kuantar saja kau pulang

April 29, 2011

MATI

MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI
MATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATIMATI

April 2, 2011 

Dernier Poème

dalam kejemuan
sepi...
tuhan dan takdir tak ditemu


menghantam bagaikan jutaan impuls
dilingkari bayangan
mati pergi mati pergi


duri jadi tak punya arti
tanpa harus meringis
kelana sudah pergi


kami siap dicabik
tuhanlah mulia kami tidak
kami siap dimaki
"dasar banci! bisanya bunuh diri!"


kami tak harus dicari
besok dikoran
ekspos saja oleh media
dan tahu apa mereka!
biar kami gila


dalam kejemuan
sepi...
peluru biar membirahi
atau gantung diri

lors de la 5e
commémorer le 5ème année

January 4, 2011

sebelum gugur

tentang gelap
yang lagi-lagi kau beritakan
dan duka yang berserak
mengerak

karena kita bodoh lalu jadi bangkai
terhalang asap-asap kabut menutupi lalu jadi bangkai lagi

berteriak tentang mawas
menari-nari
dan hidup bersama pelipur
harap sebelumnya gugur

jadikan kami obor
biar bakar semua kelakar
jadikan kami cahaya
biar obrak-abrik gelap sekalian
sebelum gugur
sebelum abu dari bara

December 23, 2010

FINAL

untuk yang terkasih
diwaktu yang datang
dengan angin surga
dan isak tangis

aku adalah sumpah
yang kau teriaki dalam hati
aku adalah jeritan
jelmaan risau kalbumu

pulang...
pulanglah sana
tanah dambaan
remuk...
remuk sajalah
tulang dan dagingmu

doaku bukanlah apa
hanya kasih sayang sebelum masa itu

December 17, 2010

ELISA III

Tuhan yang kemudikan kami dalam malam
hening...
sunyi...

tak tahu kami ini apa
seonggokan batu
atau apa

kami mati dari semua
fana tak bertepi
kami berjejal ke dunia mimpi

satu lagi pelukan erat
tamparan bagi kami
satu lagi ciuman di pipi dan di dahi

kami pulas
terendam dalam kenyataan
pahit...
Tuhan ampuni kami

December 11, 2010

tuhan

tuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhantuhan

Damsik Miharja: Tuhan itu hantu , tapi allah itu tetap allah ..

December 8, 2010

malam-lama

kicau kacau
gerah...
bakar saja

kacau kicau
penat...
bungkam saja

malama
lamalam
malama
lamalam

sungkan dikata
pelik.
pelik..
pelik...

December 07, 2010

ELISA II

lenggang jalan tanpa rasa
dibumi gerimis
merdu...
merdu...
merdu...
nyayian romantisme remaja


lagi kau pukau
aku...
mereka...


hidupmu cahaya
tak padam
kujaga...
kujaga...
selalu...


nyayian surga
dalam koor
oktaf terendah
Kau kupuja
Tuhan...
Tuhan...
Tuhan...


mana lagi duka
aku punya
Kau beri...


untuk gadisku
kau yang kuharap
hidup...
hidup...
selalu...

duka

Bukan teruknya
Bukan...
Bukan kematian yang kutakutkan
Kerelaan tuk hadapinya

Tuhan maha bertahta
Kupunya duka
Dalam doa...

Dalamnya lagi kutitipkannya lagi
Harapan...
Harapan tuk bernafas juga

Bukan benar kematian itu
Bukan...
Keputus asaan dalam cahaya-Mulah

 December 2, 2010

hidup

deru bisik angin kini menggodaku juga
lembutnya menerpa pasir-pasir di muka
bersihkan diri dari gumulan dosa

pasir menghijau dilapisi lumut
melicinkan akal bulus yang selalu tertahan
beri celah untuk dosa beri jalan pula
aku bisa bernapas tetapi belum bisa berhenti
takdirku masih panjang ke depan

siksa diri dengan lamunan
buang waktu bermalas-malasan
beri setan punya peluang
beri Tuhan kita punya lalai

dalam renungan bisa tertawa
bisa sedih
bisa gila sendiri
tapi kita dapat ilham
beri hidup kita petunjuk
terlepas dari sesat ataupun tidak

kita renungi lalu jalan
jangan cuma melamun saja
menunggu cinta
menunggu kecupan
lalu mati ditiban buih

kadang bosan kadang malas
tapi hidup harus tetap ada
meski napas tiada lagi lancarnya

ayo bung kita hidup
meski bukan untuk diri kita sendiri

18-01-09

ELISA

untuk wanitaku yang kumanja
untuk dia yang kucinta

kulukis semua dalam benak
kuikat semua dengan erat

putih cahayamu
hitam bayangmu

aku mengaggumi
semoga nanti kau seberuntung ibuku

untuk dia,,,
aku tak bisa berjanji

di surga

berbini-bini cantik
seduhkan kopi!
segera!

surga! kami punya tuak disini
surga! jangan kau kaburkan asap kami

di surga
yang kata yahudi
islam tidak ada

di surga
yang kata islam
yahudi tidak ada

berbini-bini cantik