Selasa, 21 April 2009

jejak langkah

terjebak dalam kesepian
bawakan hati berlumur darah
tawamu ternyata masih menggema di lembah ini
sedihmu juga

terlahir berkembang selalu mendengarkan
mencoba untuk terdiam
melawan arus ternyata berat
atau aku hanyut
jejak kaki ini masih terlampau dalam
coba kutipiskan

matahari masih terlalu kejam
mari kita beristirahat

aku di sini menjangkau langit
aku di sini tenggelam
aku terkubur semakin dalam

Berhenti Berlabuh

muatan sudah disimpan
pergi lekas berlayar beri hembusan
karena sudah tidak ada cinta di pulau ini
suram senja di sini

tiada lagi tangan melambai
seperti datang berbeda pergi
seakan tiada jumpa walau sekali
mari kita berlupa sekali lagi

layar sudah dikembangkan
laksana elang hendak terbang
terlihat gagah memang
tapi tiada pengharapan yang akan datang

ternyata salah ku kira semua itu
harapan....
meski lama kita berlabuh (kiranya 10 bulan yang lalu)

hijau daun di antara gemericik air berjatuhan, air hujan kah? air terjun kah? atau air mata?

Ilusi dan Semua Berlalu

rintikan gerimis lagi-lagi mengguyur tubuhku
dingin tak ketinggalan menyeruak di hati
tubuh di atas pesakitan
beritahu derita duka
beritahu semuanya

lembab selimuti batin
buat resah buat gelisah
seakan semua melekat hari ini

cumbui nista coba beri kehebohan
bosan dengan kebohongan
tapi punahnya nurani terlupa

titip pesan dari dunia ilusi
titip hari ini dengan pasrah
titip esok dengan kebingungan