samudra penuh tiram tenggelam
cahaya coba tembus sisi gelapnya
terbangkan pesut-pesut ikuti nalurinya
ketika anak manusia tak percaya apa yang dirasanya
dan tak terasa ribuan kali buih ombak menggerus pantai
tarik kembali lalu dihempaskannya lagi
karang menumbuhi kehidupan
dunia makin tak jelas
kadang beri warna
kadang beri suram
tawa gelak yang nantinya tenggelamkan kita
kesedihan yang menanggalkan ego
lupa aku tak mau berlupa
ingin rasanya teringat diingat
dibuai terbangun
luluhkan setiap air mata
bidadari-bidadari dari surga
genggam jemariku
coba untuk sengatkan ribuan volt
seperi ubur-ubur
bunuh setiap mereka yang hadir dalam hidupku
sisakan dirimu
tertawa dalam isak kesedihan hilangkan dan lupakanmu atas ketiada puasan hati atau tak pahamkah atau tiada rasa peka
hanya tenggelam berlarut dalam kesia-siaan tiadakah kepantasan atau hasil yang tiada tertimbang sudikah rembulan keluar dari gelap tak lagi tenggelam berduka akankah mentari dapat berbagi kesetiaan untuk menyinari jalan penuh duri
desakan nurani tuk sayang tiada berlupa tiada ber-asa hidup-menghidupi satu nafas darimu
satu dua langkah coba tapaki lagi kehidupan semoga kita nanti betemu lagi dengan nafas baru ketika ego bukan lagi isapan ketika dunia sudah terbiasa menjewer telinga kita
mari kita telusuri apa maunya Tuhan lihat dan biarkan takdir menulis apa
Aku belum puas Dan memang tak akan Manusia tak akan pernah puas
Mungkin memang... Memang belum waktunya cinta bersemi Memang kami terlampau muda Masihlah terlalu panjang jalan kami Masih banyak alur-alur yang harusnya kami tempuh
Terlalu... Tentang dirimu terlalu egois bagiku Sedang kaca kupecahkan pintakan dirimu Kutinggalkan bayangku tuntutkan dirimu
Mungkin bengalnya manusia bunuh temannya rebutkan cintanya Betapa hinanya Betapa ruginya Betapa teledornya
Cinta ataukah nafsu Sebarkan bibit amarah Taburkan peperangan Hilangkan satu untuk satu Betapa... Betapa... Betapa...
Perihal cinta Adakah kedamaian Ataukah hanya kekhawatiran Kecemasan... Yang menjamur Bagai cendawan di musim hujan
Tentang patah hati Adakah bagusnya Hanyakah kekecewaan Hanyakah kecengengan Atau malah kenaifan
Beranjak dewasa Kematangan... Semoga itu ada padaku Kejujuran... Semoga tidak berkurang daripadaku Kenaifan... Tolong bantu kikis dia dari hatiku
Kenangan... Bantu aku lupakan Nantinya ia halangi aku jalan Masa depan... Ketika aku dianggap manusia Ketika kau dibilang wanita Aku akan datang Meski harus terbuang