Dahaga terik kebebasan
Dimana dunia dimanakah surga
Duka luruhkan hati
Derap debu mengulur waktu
Doakan kami wahai rabbi
Pacuan kuda terdengar tiada lagi
Zaman kini kami lawan besi
Meski peluru tak ada lagi
Lempari batu harap usir mereka pergi
Kaum liberal, komunis sama saja
Terlebih zionis yang bawa duka
Ini hak kami bukannya tiada
Dimanakah sekutu Tuhan jika Ia bertanya
Mana hamba Tuhan kami
Yang berkata siap mati
Padahal tak punya nyali
Mulut mereka membawa duri
Palestina dimana kami berjaya
Harap yang dulunya adzan menggema
Bukannya peluru atau senjata
Bukan ambisi tentang harta dan tahta
Peruntukan pemimpin kami
Adakah bisa tertidur terlelap dibawa mimpi
Sementara bapak kami mati
Akan neraka tiada ngeri
Buai mimpi di tanah Palestina
Tanah yang dijanjikan-Nya
Tiada rasa kami berputus asa
Meski kemenagan belum didepan mata
Tabur bunga untuk syuhada
Ludah untuk para ulama
Yang tahu keadaan kami
Enggan menjenguk pelipur hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar