tertawa dalam isak kesedihan
hilangkan dan lupakanmu
atas ketiada puasan hati
atau tak pahamkah
atau tiada rasa peka
hanya tenggelam berlarut
dalam kesia-siaan
tiadakah kepantasan
atau hasil yang tiada tertimbang
sudikah rembulan keluar dari gelap
tak lagi tenggelam berduka
akankah mentari dapat berbagi
kesetiaan untuk menyinari jalan penuh duri
desakan nurani tuk sayang
tiada berlupa tiada ber-asa
hidup-menghidupi satu nafas darimu
satu dua langkah coba tapaki lagi kehidupan
semoga kita nanti betemu lagi dengan nafas baru
ketika ego bukan lagi isapan
ketika dunia sudah terbiasa menjewer telinga kita
mari kita telusuri apa maunya Tuhan
lihat dan biarkan takdir menulis apa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar