Jumat, 20 Maret 2009

Hilang

tertawa dalam isak kesedihan
hilangkan dan lupakanmu
atas ketiada puasan hati
atau tak pahamkah
atau tiada rasa peka

hanya tenggelam berlarut
dalam kesia-siaan
tiadakah kepantasan
atau hasil yang tiada tertimbang
sudikah rembulan keluar dari gelap
tak lagi tenggelam berduka
akankah mentari dapat berbagi
kesetiaan untuk menyinari jalan penuh duri

desakan nurani tuk sayang
tiada berlupa tiada ber-asa
hidup-menghidupi satu nafas darimu

satu dua langkah coba tapaki lagi kehidupan
semoga kita nanti betemu lagi dengan nafas baru
ketika ego bukan lagi isapan
ketika dunia sudah terbiasa menjewer telinga kita

mari kita telusuri apa maunya Tuhan
lihat dan biarkan takdir menulis apa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar