kau mengental dalam cuaca
tergambar dalam susana
legam tanpa jejak
lalu berlari sana-sini
menampar kanan-kiri
lihat...
jilat api
bakar nista dalam dada
kau semburkan lagi
dan lagi...
kekesalanmu pada putihnya tembok
kau hujamkan lagi
dan lagi...
pena dalam ilusi
romansa penuh luka
dengar...
gemertak beling
pecahan botol
binasa tersisa tanpa kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar