kita hidup dalam pembubuhan lakon
persemaian jati diri
dari satu jadi seribu
wajah duka
wajah luka
menganga beraroma
busuk nanah dalam hati...
tanpa tawa yang kau buka
kehangatan dalam senyum
tak lagi kita percaya
kesadaran...
kepunahan hasrat toleran
kita hidup bukan lagi di rimbun
ketika terdesak
minta peri dan keajaibannya
tetapi kita adalah pencipta
keajaiban dalam lakon kehidupan
dan itu sudah cukup
lebih dari sekedar kepakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar