aduhai langit malam
beserta taburannya
murnikanku dalam keharuan
dekatkanku dan lebih dengan Sang Pemberi nafas
sinapsis-sinapsis terputus dalam genggaman-Nya
lajuku berhenti lajumu juga
ingatkah dan masih akankah
Allah.....
yang selamanya kita sembah
dan untuk-Nya seluruh hidup kita dipersembahkan
sekarang atau lebih
kita harus pergi
karena tubuh ini panas dan semakin
bagai bara atau lebih
untuk itu mari angkat gelas
dan nikmati lagi
satu kecupan dari glukosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar