Jumat, 29 Oktober 2010

Ibu

dalam kesederhanaannya kuhirup kasih sayang
dan lagi kubuatkan nisan sederhana untuknya

hidup mungkin dulunya adalah pilihan untuknya
tetapi kini pergi adalah harga mati untuknya
tetap hidup
atau mati

dalam pelukannya kita belajar
arti satu dua pengorbanan
yang nantinya tak berjumlah

hidupku pun sempat punah
dalam ombang-ambing binasa
jadi binal tanpa kekang
tapi arti hadir memorinya melumat semua

dan tangis kini tiada arti
kehilanganmu
yasudahlah
hanya doa
hanya doa
sepertinya hanya itu yang kutahu

"ibu kau campur adukkan kami
dalam problematika
kami terlahir
dan akan selalu kami syukuri itu

ibu! aku ingin bertaubat
lalu segera...
sesegera mungkin menyusulmu

ibu! kali ini kami menangis
hanya kau dan Gusti Pangeranlah yang tahu
ini tangis buaya atau bukan

ibu! kami tidak mengerti arti bunuh diri
yang kami tahu ingin segera ada disisimu"

ini puisi dari aku, satu dari empat anakmu, pendesain kuburanmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar