Jumat, 29 Oktober 2010

masih adakah tempat untuk buku

berdebu...
terbatas bingkai kayu
usang...
tergeletak tanpa ragu

buku itu hidup
seperti kayu
hidup menghidupi

seperti tiap keringat
para penulis
dalam kening lapar anak bininya

seperti darah
dalam anak bininya
yang dimakan pagi dan petang

buku adalah jendela dunia
yang ditutup oleh
sampul harga termahal
bagi si miskin

bukuku
bukumu
tergeletak layu

bukuku
bukumu
dimadu oleh waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar