berdebu...
terbatas bingkai kayu
usang...
tergeletak tanpa ragu
buku itu hidup
seperti kayu
hidup menghidupi
seperti tiap keringat
para penulis
dalam kening lapar anak bininya
seperti darah
dalam anak bininya
yang dimakan pagi dan petang
buku adalah jendela dunia
yang ditutup oleh
sampul harga termahal
bagi si miskin
bukuku
bukumu
tergeletak layu
bukuku
bukumu
dimadu oleh waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar