gelap...
waktuku semakin gelap
bersemayam di temaramnya surga
aku tak tahu kemanaku dibawa
meski dahulu mukaku sempat bersinar
cahaya suci pancaran wudhu
kini semua sirna karena aku nista
karena dusta ada disana
waktu kini saat merimba
melupakan suram senja
berkelana...
ya... aku akan berkelana
hingga mereka sebut aku si jalang
si rupa tiada bernama
atau siapa entahlah
karena kau aku buta
ku sebut kau si duka
coba beritakan dirimu nanti
saat kau telah dewasa
biar tawamu makan sesak di dada
kini aku dimakan hampa
tiada tawa....
beri senyum malah terluka
ini-itu aku tiada peduli
yang ku inginkan engkau suatu saat nanti
saat ini baiknya kau pergi
karena kini ku kalah segalanya
tetapi urusan romansa
aku tidak sebodoh qabil
tidak akan pula senaas habil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar