Kamis, 19 November 2009

(maybe it'll be) the last surprise

Kita duduk berdua
Memandang langit hampa
Bersama seberkas cahaya

Angin menerpa lembut hitamnya rambutmu

Bulan saja malu-malu tersipu
Tutupi wajahnya dengan kelabu

Deru jadi bising
Samarkan suara kecilmu

Dan kita masih duduk berdua
Disini...

Sepenggal kisah yang kau beritakan
Lebih jauh dari derita yang ku rasa

Ku coba hibur kau
Peluk cahaya bersama tawa
Berlari-lari sendiri
Hidupkan dirimu seperti putri
Lalu kutinggikan lagi layaknya bidadari

Kali ini kita sendiri-sendiri
Aku pergi menyambut ajal
Aku pergi menjemput takdir

Akhirnya tak berdua lagi kita menyepi
Karena aku lebih ingin diselimuti sepi

Satu pagi aku datang
Bawa oleh-oleh dan bawa mawar
Kau terlelap aku mengetuk malu-malu

Tepatnya mawar putih lalu aku beri
Berpamit lalu pergi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar