Kita duduk berdua
Memandang langit hampa
Bersama seberkas cahaya
Angin menerpa lembut hitamnya rambutmu
Bulan saja malu-malu tersipu
Tutupi wajahnya dengan kelabu
Deru jadi bising
Samarkan suara kecilmu
Dan kita masih duduk berdua
Disini...
Sepenggal kisah yang kau beritakan
Lebih jauh dari derita yang ku rasa
Ku coba hibur kau
Peluk cahaya bersama tawa
Berlari-lari sendiri
Hidupkan dirimu seperti putri
Lalu kutinggikan lagi layaknya bidadari
Kali ini kita sendiri-sendiri
Aku pergi menyambut ajal
Aku pergi menjemput takdir
Akhirnya tak berdua lagi kita menyepi
Karena aku lebih ingin diselimuti sepi
Satu pagi aku datang
Bawa oleh-oleh dan bawa mawar
Kau terlelap aku mengetuk malu-malu
Tepatnya mawar putih lalu aku beri
Berpamit lalu pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar